KARENANYA




Cinta, kenapa kau ada di hadapanku sekarang?
Saat aku baik-baik saja dan kau...
Menimang remuknya hatimu
Apakah kau terluka?
Saat melukis langit dengannya
Tidak. Tidak untuk itu aku membawamu padanya

Aku, kenapa aku merebahkan diri padamu sekarang?
Saat kau berpura-pura dan aku...
Menimang remuknya hatiku
Apakah aku terluka?
Saat mencari akhir langit dengannya
Tidak. Tidak untuk itu aku melupakanmu

Cinta, kenapa sorot matamu menusuk lemah?
Adakah aku yang dulu beranjak darimu?
Tidak. Ini karenanya. Karenanya. Karenanya.
Karena dia yang mendekapmu erat
Lalu menghempasmu dengan bejatnya
Lukamu. Karenanya. Karenanya. Karenanya.

Aku, kenapa sulit membuka hati?
Adakah kau yang dulu beranjak dariku?
Tidak. Ini karenanya. Karenanya. Karenanya.
Karena dia yang mengunci hatiku
Lalu membawa isi hatiku bersamanya
Lukaku. Karenanya. Karenanya. Karenanya.

Cintaku, cinta pertamaku, cinta terakhirku
Kenapa kita di sini saling mendekap?
Apakah luka dengan luka menjadi cinta?
Entahlah. Setahuku kau mendekapku
Dan aku mendekapmu
Karenanya. Karenanya. Karenanya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "KARENANYA"

Poskan Komentar

blog ini memiliki kutukan, jika anda tidak memberikan komentar setelah membaca blog ini, maka anda akan mengalami sembelit 7 turunan... makanya komen yax! *fufufu... tertawa licik*