DEPERSONALISASI




Terjatuh, aku terjatuh lagi
Tapi orang melihat ini biasa
Goyah, aku goyah lagi
Seolah ragaku serupa onggokan debu
Gemulai terhembus angin

Aku tersandung lagi, sempat kehilangan waktu
Tiba2 aku melihat ragaku di situ, rapuhan jiwaku di sini
Aku melihat ragaku terbaring letih
Kemilau debu banjiri lusuh ragaku
Rapuhan jiwaku di sini berteriak lemah
Tapi ragaku di situ terdiam bodoh
Orang pun berlalu lalang
Aku terpisah dari ragaku

Tubuhku diguncang keras meski lemas
Telingaku terusik bisikan keras
Aku terbangun, orang-orang di sekelilingku panik
Kenapa aku tak sadar berbaring di sini?
Perlahan aku terbangun lemas
Rapuhan jiwaku sedang berusaha menyatu

Malam membekukan kabut hatiku
Akhirnya kututup telepon ini
Setelah berulangkali operator busuk itu
Mengatakan kau di luar jangkauan, jarak.
Aku sedang terkalahkan oleh jarak
Lagi, aku goyah, terjatuh, merapuh
Lagi, rapuhan jiwaku di sini
Seonggok ragaku di situ
Tapi tidak, aku tidak akan berteriak lemah lagi
Biar saja ragaku di situ
Aku tak lagi ingin menyatu dengan raga busuk itu
Dengan seonggok raga yang selalu mencintaimu
Tapi tidak pernah kau inginkan ada...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "DEPERSONALISASI"

Poskan Komentar

blog ini memiliki kutukan, jika anda tidak memberikan komentar setelah membaca blog ini, maka anda akan mengalami sembelit 7 turunan... makanya komen yax! *fufufu... tertawa licik*