MEMILIKIMU, KESALAHANKU




Aku mencoba tegar berdiri di atas pasir-pasir yang luruh terseret gelombang. Aku mencoba mengalihkan mata hatiku, memandang laut tenang di seberang sana yang kemudian mendekat, menjelma menjadi gelombang yang menerkam pasir-pasir di bawah kakiku. Pasir itu menurut begitu saja, terhanyut bersama gelombang yang seenaknya saja. Kakiku turut goyah, tetap berusaha berdiri, melawan pasir-pasir yang pasrah.

Pasir itu berkilau bermandikan cahaya matahari. Pasir itu polos terhanyutkan gelombang. Pasir itu lembut saat teraba tanganku. Pasir itu seperti kamu. Tampak selalu berkilauan di mata hatiku. Hanya saja, kau dengan mudah terhanyutkan gelombang, tanpa sadar bahwa kau hanya terjatuh ke dasar laut, jauh dari cahaya matahari yang membuatmu berkilau, jauh dari aku yang selalu menantimu. Tapi kau tak peduli, tetap pergi meninggalkanku yang masih berdiri melihatmu. Pasir itu indah, seperti kamu. Aku ingin memilikinya. Tanpa ada hal lain yang memilikinya.

Kini, aku tidak akan tinggal diam berdiri untuk melihat butiran pasir itu hanyut. Terlalu banyak musim yang aku lewati untuk menantimu, terlalu bejat waktu untuk kubiarkan berputar tanpa ada kau di sisiku. Kini aku tidak akan tinggal diam. Aku melangkah mengambil butiran pasir di sekitar kakiku lalu menggenggam dengan sangat erat, bahkan sinar matahari tidak akan menemukan celah, bahkan angin tidak akan menyentuh, karena aku yakin, butiran pasir itu akan aman dalam genggamanku. Butiran pasir itu tidak butuh cahaya matahari lagi untuk terlihat berkilau, butiran pasir itu tidak butuh udara lagi untuk bernapas. Butiran pasir itu Cuma butuh aku. Aku yang selalu melihatnya berkilau, aku yang akan selalu menjadi napas untuknya. Aku yakin, tanpa harus bertanya pada butiran pasir itu. Tanpa mendengar bisikan pasir yang haus gelombang. Tanpa peduli, butiran pasir yang mendamba kebebasan.

Aku menggenggam pasir itu berhari-hari. Menggenggamnya terlalu erat, hingga tanpa kusadari genggaman erat itu malah membuat butiran pasir itu berjatuhan. Aku pun menggenggam erat lagi. Butiran pasir itu kian berjatuhan. Kenapa harus seperti ini? Apa aku salah jika ingin memiliki sesuatu yang benar-benar aku cintai?

Butiran pasir itu tidak peduli seberapa dalam aku mencintainya dan ingin memilikinya. Butiran pasir itu terus berjatuhanan. Haus akan gelombang yang mungkin membawanya ke dasar laut, menjauhiku. Haus akan cahaya matahari yang membuatnya berkilau, tidak hanya untukku. aku pun menyerah. Setelah bertahan dalam waktu yang lama, ku buka genggaman tanganku. Membiarkan butiran pasir itu berjatuhan, seiring dengan air mataku yang berjatuhan. Aku hanya ingin memilikinya, tapi kenapa aku salah? Bahkan aku tidak mendengar bisikan butiran pasir itu. Mungkin telah jenuh, saat aku merampas kebebasannya. Mungkin telah rapuh, saat aku bukanlah yang terbaik untuknya. Aku pun menatap sisa butiran pasir di genggaman tanganku, angin membawanya menjauh, menjadi debu yang tidak bisa kumiliki. Apa yang aku cintai, apa yang sempat aku genggam, apa yang ingin kumiliki selamanya kini hanya tinggal serpihan debu. Aku berusaha merelakannya. Cinta tidak harus memiliki khan? Apalagi jika memilikimu hanya membuatmu terluka. Pergilah bersama angin... berkumpulah menjadi debu bintang yang menyinari malamku. Setidaknya, bertahanlah dalam mimpiku, saat aku tidak lagi bisa memilikimu selamanya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

13 Response to "MEMILIKIMU, KESALAHANKU"

  1. Fir'aun NgebLoG says:
    29 September 2010 10.25

    Janganlah terlalu menyalahkan diri sendiri... karena setiap keputusan yg kita pilih tentunya didasari pertimbangan yg cukup matang di saat itu.

    Semangat Yach!!!

  2. kebookyut (DiVe) says:
    29 September 2010 16.02

    wew.. berat nih bcaanny... tapi kalo aku jadi tokoh utamanya, aku gak rela ngerelain dia.. hehehe

  3. Takuya says:
    30 September 2010 04.06

    buset dah, kata-katanya dalam bangeett.. ky aku, yg pengen milikin seseorang sepenuhnya. tapi, mungkin pasir akan lebih indah di laut, bukan di genggaman kita 'kan? :)

  4. si biskut says:
    30 September 2010 21.59

    bagus cerpennya.masih mudah untuk difahami.

  5. haziran says:
    1 Oktober 2010 12.42

    bagus euy.. ngiri.

  6. angga septian says:
    3 Oktober 2010 10.25

    wah wah cukupkah hanya dengan bertahan dalam mimpi? hehe keren juga ceritanya

  7. campredo says:
    3 Oktober 2010 20.09

    duh berat banget, gak kuat nahanyaa hahaha

  8. rezKY p-RA-tama says:
    6 Oktober 2010 19.15

    widih,,,
    anak sastra ya
    ampe panjang banget ni
    hoho
    berkunjung
    maaf oot

  9. Reizsha Alice says:
    9 Oktober 2010 22.17

    Postingan mu bagus... XD
    Kamu mendalami banget ya?
    Semangat ya...
    Gambatte...^^

  10. ciptanirmala says:
    14 Oktober 2010 01.49

    @firaun: yeph2... tapi yang penting orang yang kita sayang hepi, he2!
    @veda: sama ved, ma juga ga rela, he...
    @takuya: sama, semua orang juga pasti pernah ngalamin, mungkin seseorang lebih indah kalo sama orang laen, bukan sama kita, huhuhu....
    @haziran: haziran juga pinter bikin puisi khan...chayyooo!!!
    @angga: sebenernya ga cukup, tapi kalo dia ga suka mau gimana lagi coba? he...
    @campredo: puahahaha... berat bagian mananya mas? he...
    @rezky: bukan anak sastra, aku anak fk tapi doyan nulis prosa, he...
    @reizha: mungkin karena pengalaman pribadi, he2!
    @all: hontou ni arigatouuuuu!!!

  11. Raxen Vrathdar says:
    4 November 2010 13.07

    "Cinta tidak harus memiliki khan? Apalagi jika memilikimu hanya membuatmu terluka."

    cinta tu dilematis n srba salah. chemistry jk pnya cinta, bs bkin senat-senut kepikiran, kanker (kntong kering) akut brthap, n byk pnyakit2 lain. Ttpi bgitu jg cinta tk kesampaian..bkn pusing2, nafsu mkn hilang, ingin nge-game jdi kalahan, dll.

    Solusiny? Yg jelas jgn jdi debu bntang yg mnyinari malam aj...krn malam sndri dh pnya pacar :D

  12. roca Says:
    2 Desember 2010 06.13

    memilikimu adalah kesalahanku,...namun meskipun waktu di putar kembali, aku rasa hasilnya akan tetap sama

  13. ciptanirmala says:
    12 Desember 2010 05.07

    @raxen: mang pacarnya malam sopo? he...
    @roca: hasilnya akan tetap sama karena saat berada di waktu manapun aku akan tetap menyayangimu...

Poskan Komentar

blog ini memiliki kutukan, jika anda tidak memberikan komentar setelah membaca blog ini, maka anda akan mengalami sembelit 7 turunan... makanya komen yax! *fufufu... tertawa licik*